Refleksi Harlah PMII Ke 61

Oleh: Habby Luthfi Ulul Arham

Harlah PMII 61
Di umur yang sudah tidak lagi muda, pergerakan yang dilakukan organisasi ini cukup signifikan dalam mengawal kontruksi pondasi peradaban Indonesia.

Pernyataan sikap dan posisi PMII dalam mengambil peran adalah satu kewarasan dalam melihat masa depan yang lebih cerah. Silang genetika antara pemikiran barat dan pemikiran timur mampu bersatu padu menjadi satu pemikiran paling bijak untuk ekstra parlemen.

Misal dalam keputusan paradigma ‘Arus Balik Masyarakat Pinggiran & Kritis Transformatif’, fakta di balik latar belakang ini cukup mendebarkan, namun kajian akademis yang menjadi tumpuan penentuan paradigma ini lah yang menjadikan saya kian dan sangat mantap untuk terus berkhidmah di PMII.

Mengapa demikian, fase itu PMII mengambil intisari Madzhab Frankfurt berupa gerakan jalanan anti kapitalisme global, tapi satu sisi juga menjadikan Teori Kritis (Islamic Studies) intelektual muslim seperti Hasan Hanafi, Ali Asghar, M Arkoun sebagai landasan sudut pandang.

Bukankah itu bentuk dan fakta kematangan berpikir. Sekali lagi PMII adalah elite – elite intelektual muslim dalam rupa gerakan jalanan anti kapitalisme global.

“Keseriusan orang humoris selalu dianggap canda. Bercandanya orang serius adalah candu”. – Salam Pergerakan. 👊

About Post Author

Baca   Kontribusi Kaum Milenial Mengikis Praktik Politik Uang (Money Politic)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *