Melihat Hukum Dalam Konteks Sosial

ancangbaca.com – Ilmu hukum merupakan cabang ilmu sosial yang mana menjadi peradaban ilmu yang relevan untuk dipelajari para pegiat social maupun hukum. Perlu kita ketahui bersama bahwa Ilmu Hukum di Indonesia merupakan ilmu hukum normative-dogmatif yang berbasis pada Negara pada abad Sembilan belas. Dalam perkembangannya sendiri ilmu hukum di Indonesia tidak dapat merubah dan mencerahkan masyarakat abad ke 20 saat ini.

Buku ini diterbitkan setelah adanya seminar nasional yang di punggawangi oleh IAIN Walisongo dan Progran Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro dengan tokohnya yaitu Porf Qodri Azizy dan Prof Sajtipto Raharjo. Saat itu menjadi keresahan bersama terkait dengan praktik hukum di Indonesia ini. Maka itu munculah gagasan hukum progresif yang kita kenal hingga saat ini.

Gagasan hukum dan ilmu hukum progresif pertama tama di dasari oleh keprihatinan terhadap kontribusi rendah ilmu hukum di Indonesia dalam turut mencerahkan bangsa ini untuk keluar dari krisis, termasuk krisis di bidang hukum, hlm 2.

Dalam kajian Ilmu hukum progresif kita selalu mendengar tentang kalimat “Hukum untuk manusia bukan manusia untuk hukum”. Kalimat itu di dengungkan oleh profesor Sajtipto Raharjo sebagai evaluasi praktik hukum kita yang saat ini menganut sistem positivism yang terlalu menganut kekuatan teks Undang-undang dari pada latar belakang sosial dalam kasusnya.

Maka dari itu buku ini hadir sebagai jawaban atas kegelisahan para professor-profesor kita yang menganggap bahwa memang praktik hukum di Negara kita masih belum memiliki nilai ke bermanfaatan hukum, kepastian hukum, dan khususnya keadilan hukum itu sendiri.

Dalam pembentukan hukum dituntut untuk memenuhi nilai filosofis yang berintikan rasa keadilan dan kebenaran, nilau sosiologis yang sesuai dengan tata nilai budaya yang berlaku di dalam masyarakat. Hlm 163.

Baca   Membaca Kembali Pesantren

Kebanaran dalam hukum progresif dimana hukum itu melihat dalam konteks sosial. Maka sejauh mungkin mampu menampilkan gambar hukum yang utuh. Semisal mengenai keteraturan melainkan juga ketidakteraturan dan juga adanya keterbukaan terhadap realitas hukumnya.

Menurut peresensi gagasan hukum progresif ini pemikiran yang visioner yang sangat menunjukan sosial hukumnya. Melalui buku ini kita juga paham bagaimana relasi hukum umum dan hukum Islam dalam me wacanakan realitas sosial hukum.

Para penulis menarasikan dengan gaya tersendiri dalam tulisannya, serta mampu membawa kita memahami arti hukum progresif dalam kacamata filosofis, sosiologis dan normatifnya. Wajib bagi peresensi mahasiswa hukum untuk membaca buku ini, karena kita akan menyelam ke dalam lautan gagasan yang visioner demi pembanungan hukum di Indonesia.

Judul           : Menggagas Hukum Progesif Indonesia

Penulis        : Sajtipto Rahardjo, Qodri Azizy dkk

Penerbit      : Pustaka Pelajar, IAIN Walisongo, dan Progaram Doktor Ilmu Hukum UNDIP

Tahun Terbit : Cetakan 1 2006, cetakan 2 2012

Jumlah Hlm  : 288

Peresensi       : M Waliyudin

Leave a Reply

Your email address will not be published.