Walisongo Sebagai Bukti Sejarah Pergerakan Islam di Nusantara

Oleh: Habby Lutfhi U.A

Pergerakan islam di nusantara sebelum era walisongo kurang begitu masif, sebab masyarakat pribumi mengagap bahwa gama islam aialah agama pagan. Baru ketika masa walisongo agama islam berkembang begitu massif. Secara historis mungkin agama islam masuk di Indonesia pertama kali di pesisir pulau Sumatra, kemudian berkembang ke timur pulau jawa hingga di daerah Kalimantan, Sulawesi, ternate, tidore di kepulauan maluku , papua, nusa tenggara dan bali.

Islam ketika disebarkan pertama kali di nusantara sama dengan ketika di sebarkan ke persia, roma, mesir dan sbg. Ketika rasullullah mengirim surat di Roma, raja roma menolak ajakan rasulullah. Ketika kabar tentang islam datang di nsantara sama. Bangsa indonesia sudah mempunyai peradaban. Ketika khalifah umar bin khatab berkuasa, ada utusan dari kerajaan sarondip. Datang ke madinah meminta pemahaman apa itu agama islam.

Karena hal ini islam tidak berkembang di indonesia. Karena agama yang dianut agama kapitayan, dalam orang belanda bisa disebut animisme dinamisme. Kapityan itu kosong.ada saudagar timur datang dari timur tengah ke kerajaan kalingga. Islam dianggap dahulu dalam orang jawa agama mirip seperti hindu.  Dan itu berlannjut seratus tahun lebih hanya 1 2 orang yang menganut.

Penduduk di pelabuhan terdapat 3 golongan. Golongn china semuanya muslim, barat orang islam. Golongan ketiga pribumi  menurutnya kafir semua. Ini data dari juru tulis laksamana ceng ho yang bernama ma huan saat kunjungannya ke 7 di nusantara. 7 tahun setelah ceng ho dating yang terakhir, tibalah orang – orang champa ke nusantara. Kemudian raja champa ini memperistri seorang ratu dalam kerajaan singosari bernama ratu kapasih, yang kemudian mereka berdua ini di karuniai anak berjumlah 8. Ratu kapasih di ajak ke kerajaan champa, ketika para anaknya sudah besar, dua dari delapan orang anak raj campa dan ratu kapasih ini dating ke nusantara tepatnya di majapahit untuk meneruskan perjuangan agama islam di nusantara. Dua orang tersebut ialah syaikh ali murtadlo dan raden rahmat atau yang biasa di kenal sebagai sunan ampel pada masa raja kertawijaya. Saat itu Sunan ampel diangkat menjadi kerajaan majapahit. Padahal sunan ampel dan syaikh ali murtadlo bukan warga dari kerajaan yang di angkat sebagai panglima kerajaan, dalam masyarakat majapahit itu ada 7 lapisan kasta  yang bisa di angkat sebagai keluarga kerajaan biasanya hingga kasta ke 3, hla ini orang asing yang termasuk kasta ke enam dalam masyarakat. Sebab syaikh ali murtadlo dan sunan ampel mampu membuktikan sebagai keturuna singosari, artinya masih keluarga dalem.

Baca   Menjadi Manusia

Dari sinilah proses penyebaran islam mulai massif di nusantara, kemudian sunan ampel memiliki putra yang di kenal sebagai sunan bonang. Dari sinilah islamisasi secara masal di mulai dari jawa, Kalimantan dan ke timur lagi. Sunan bonang lahir di jawa, ibunya yang juga orang jawa. Beliau dalam melihat segala sesuatu memiliki dua sudut pandang yaitu pandangan endmik dan pandangan etnik. Dari pandangan endmik terhadap etnik masyarakat pribumi, sunan bonang melihat banyaknya kemiripan orang kapitayan dengan agama isla. Kapitayan menyembah sang hyang widi (ruang kosong) dan islam pun juga demikian, artina kapitayan dan islam memiliki persamaan karena mempercayai bahwa yang di sembah tidak berwujud. Ini dari segi teologi, kemudian dari segi syariat. Ibadah orang kapitayan memiliki 4 gerakan, yang pertama suwa kikep yang berarti posisi berdiri dengan tangan bersendekap, kemudian tukul ini berarti melihat tanah dan memegang dengkul dalam bahsa indonesianya lutut, selanjutnya tondo ini di analagikan posisi seperti bayi dalam kandungan ibu dan gerakan yang ke empat yaitu turumun ialah gerak menengok kanan dan kiri. Bisa di artikan suwa kikep sama dengan takbirotul ikhrom dalam sholat, tukul yang berarti ruku’, tondo yang berarti sujud dan turumun adalah salam setelah tasyahud akhir.

Dari proses inilah sunan bonang mengasimilasi budaya islam masuk kepada budaya kapitayan, inilah yang membedakan proses penyebaran agama islam secara halus yang berbanding berbalik dengan di daerah eropa barat sehingga ketika islalm runtuh tidak ada penerus atau budya islam yang terlestari.menurut sunang bonang orang kapitayan adala orang islam yang belum mengenal syahadat, membaca al quran dan khitan. Momentum awal kebangkitan islam di nusantara pada saat sunan bonang di angkat sebagai iamam masjid demak yang ke dua di mana sunan bonang memerintahkan masyarakat pribumi untuk mengarak tumpeng dari kraton ke masjid, ketika para masyarakat sudah kumpul di lapangan depan masjid sunan bonang melakukan pensyahadatan masal, sebab syahadat itu dua dalam Bahasa arab syahadataian namun oleh masyarakat jawa sulit untuk melafalkannya sehingga di kenal sampai sekarang dengan sekaten.

Baca   Republik Nasi [Nasionalisme Islamisme]

Model – model pensyahadatan masal inilah yang kemudian di anut oleh sunan – sunan berikutnya di nusantara, termasuk sunan kudus dan sunan kalijogo.

Apa yang dikembangkan oleh walisongo ya itulah ya islam nusantara. Sebuah pola penyebarn yang merupakan hasil asimilasi budaya nilai universal islam masuk kedalam nilai – nilai budaya local. Islam nusantara adalah buah hasil dari walisongo, karakter islam nusantara sangat apresiatif terhadap budaya local.islam yang berkeseimbangan, menghargai tradisi masyarakat pribui. Terus kemudian pola budaya jawa yang di masukkan ke dalam budaya islam semacam ini di gunakan sebagai manhaj untuk mengembangkan islam di daerah luar jawa. Fadzlurrahman mengatakan bahwa muungkin islam – ilsam yang ada di dunia akan di warnai islm nusantara.

Organisai masyarakat yang mengatasnamakan islam hanya Nahdlotul ulama lah yang mencoba memeprtahankan keaslian islam di jawa dengan munculkan istilah islam nusantara. Makanya sebagai kader PMII yang berafiliasi dengan Nahdlotul Ulama dalam memandang budaya haruslah apresiatif dan tidak tergesa menjustifkasi bid’ah. Sebab islam nusantara adala islam yang rahmah dan ramah terhadap segala bentuk kehidupan.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published.